Bagaimana Kontrak Perjanjian Kerja Pelaut Biasanya Dilakukan?

0
98
views
sumber: google.co.id

Menjadi seorang pelaut tentunya mesti mengetahui perjanjian kerja pelaut untuk mengetahui tanggung jawab dan juga batasan yang mesti dilewatinya. Sebelum melamar sebagai seorang pelaut tentunya pengguna sudah mesti tahu mengenai hal ini agar tidak salah langkah saat sudah terjun dalam dunia pelaut nantinya.
Bagaimana perjanjian kerja pelaut dilakukan?

  1. Pelaut menandatangani kontrak
    Selain pertama yang mesti dilakukan adalah pelaut tersebut nantinya akan menandatangani sebuah kontrak. Namun sebelum itu jangan lupa untuk membaca tiap-tiap ketentuan yang sudah dibuktikan di dalam surat perjanjian tersebut. Barulah tanda tangani saat sudah merasa semuanya terang.
  2. Artian pihak yang dimaksud
    Meskipun sudah banyak yang menandatangani tetapi masih saja ada yang kurang mengerti dengan maksud pihak-pihak yang dibuktikan di dalam surat perjanjiannya. Dalam hal ini perlu dikenal bahwa pihak pertama adalah orang yang memberikan pekerjaan sementara untuk pihak kedua adalah orang yang melamar pekerjaan.
  3. Masa berlaku perjanjian
    Perjanjian kerja laut ini memiliki masa berlaku yang mesti dikenal oleh pengguna. Masa berlaku ini juga tertera pada surat perjanjian yang sudah disetujui sebelumnya seumpama dalam suratnya tertera 10 bulan maka masa berlaku perjanjian tersebut memang benar 10 bulan hanya saja yang perlu dilakukan pada saat 3 x 24 jam sebelum berakhir Anda mesti tahu.
    Namun jikalau pihak kedua merasa berkeinginan mengundurkan diri lebih pesat sebelum perjanjian selesai lebih bagus memberitahukan jauh-jauh hari. Selain ini dilakukan agar tidak ada yang dirugikan karena pihak 1 bisa mencari substitusi selama pihak kedua dalam masa pemberhentian mandiri.
    Terkait itu ada juga perjanjian yang berlaku kelipatan sehingga saat perjanjiannya sudah berakhir maka pihak 1 bisa meminta pihak 2 untuk berprofesi sama kembali. Atau bisa juga pihak 2 mengajukan perpanjangan kontrak kerja sama di antara kedua pihak untuk tetap berjalan.
  4. Gaji dan tunjangan yang didapat
    Sementara untuk gaji dan tunjangan yang didapat oleh pelaut adalah menerima gaji intensif dan tambahan lain sebagai tunjangannya. Tunjangan yang didapat bisa berupa kenaikan gaji secara terjadwal tergantung prestasinya, tunjangan untuk lembur tetap dan juga untuk gross tonnage.
  5. Selain ongkos untuk pemulangan
    Terkait gaji dan tunjangan sebagai peminat lowker pelaut juga mesti mengetahui bahwa mereka juga akan menerima ongkos untuk pemulangan. Ongkos ini didapat untuk pihak kedua saat mengalami beberapa hal yang menyokong pihak pertama untuk memberikannya.
    Selain-hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:
    • Pihak kedua mengalami sakit atau kecelakaan yang cukup serius sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan dalam waktu yang lumayan lama.
    • Pihak pertama memutuskan perjanjian dikarenakan suatu hal terpenting untuk profesionalitas yang dikasih oleh pihak kedua.
    Itulah beberapa hal terkait dengan perjanjian kerja pelaut saat hendak teken kontrak. Penting dikenal sebelum Anda benar-benar melamar dan berprofesi di kapal. Semoga berguna.

Sumber: jobpelaut.com