Perbandingan Biaya Rumah Prefabrikasi Dengan Rumah Konvensional

0
71
views
sumber: google.co.id

Harga dari rumah prefabrikasi yang relatif murah telah menjadi salah satu keunggulan dari rumah ini. Akan tapi kadang-kadang masih ada orang yang merasa kebingungan mengenai perbandingan tarif antara rumah prefabrikasi dengan rumah konvensional biasa. Sebenarnya ada dua unsur atau hal yang menyebabkan perbedaan tarif tersebut, yakni dari ongkos pekerjanya dan juga harga material bahan bangunan yang diaplikasikan.
Perbandingan tarif rumah prefabrikasi dengan rumah konvensional

  1. Perbandingan tarif jasa
    Faktor yang pertama dapat dilihat dari perbandingan tarif jasanya. Jangka pengerjaan rumah prefab dapat dibagi menjadi dua waktu besar. Pertama yakni pengerjaan pembuatan modulnya di pabrik dan perakitan pada lokasi pembangunannya. Melainkan menjadikan banyak waktu terpakai yakni pada jenjang yang pertama yakni pembuatan material modulnya.
    Selain prosesnya juga telah dilaksanakan oleh energi mesin. Level itu, tarif yang patut Anda keluarkan juga telah termasuk dalam pembelian material dan jasa pembuatan modulnya. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan tarif lainnya lagi.
    Pengerjaan yang kedua yakni perakitan rumah prefab modular tersebut. Kalau perakitan ini memerlukan perhitungan yang lebih rinci untuk tarif jasanya. Akan tapi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan perakitan tersebut juga dapat dilaksanakan dalam beberapa hari atau minggu saja.
    Meskipun ini dapat bertumpu pada kuantitas dan juga kualitas pekerjanya. Berikutnya dibandingi untuk ongkos pembuatan rumah konvensional dapat sekitar 33,75 juta. Meskipun untuk ongkos pembuatan rumah prefab cuma sekitar 3,7 juta saja.
  2. Perbandingan tarif material
    Melainkan yakni mengenai perbandingan tarif material yang diaplikasikan antara rumah prefab dengan rumah konvensional. Untuk membuat dinding dengan ukuran yang standar, karenanya diperlukan semen dan pasir dengan tarif kurang lebih Rp190.000 per meter perseginya.
    Meskipun untuk rumah modular prefabrikasi butuh tarif sekitar Rp2.500.000 per meter persegi. Sekilas rumah konvensional memang lebih relatif murah. Selain lazimnya seorang pekerja cuma dapat mengatasi 8 samai 12 meter persegi tiap-tiap hari. Meskipun tersebut masih dapat diberi pengaruh oleh performa tukang, kualitas kerjanya, ketebalan adukan dan lainnya. Belum lagi juga ada beberapa macam profesi lainnya seperti tukang batu dan lain-lain.
    Untuk perbandingan yang lebih sederhana seperti harga rumah konvensional macam 45 akan sama dengan harga rumah prefabrikasi dengan jumlah dua buah dan dengan ukuran yang sedang. Atau harga tersebut juga sama dengan satu rumah prefabrikasi dengan ukuran yang besar dan mewah.
    poin perbandingan dari keduanya dapat mencapai 50%. Jadi dapat dikatakan dari segi tarif material, harga dari rumah konvensional dapat lebih mahal bila dibandingi dengan rumah prefabrikasi. Meskipun ini karena Anda dapat menerima rumah dengan jumlah atau ukuran yang lebih besar mengaplikasikan harga yang sama.
    Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi perusahaan kontraktor terpercaya seperti http://sanwaprefab.co.id/. Anda dapat konsultasi harga pembangunan rumah prefab bersama Sanwa Prefab.

Sumber: sanwaprefab.co.id