Memilih Pendidikan yang Tepat Untuk Anak

0
43
views
sumber: google.co.id

Mendaftar di sekolah cita-cita memang suatu hal yang membahagiakan sekaligus tentunya mendebarkan. Sebagai orang tua juga menginginkan pengajaran yang terbaik untuk si kecil-si kecilnya agar sang si kecil memiliki masa depan yang cerah. Terdapat beberapa kriteria utama dalam memilih sekolah yang ideal bagi si kecil, beberapa diantaranya ialah lokasi, kualitas pendidik dan fasilitas yang diberi. Tapi melibatkan si kecil dikala memilih sekolah ialah hal yang tidak kalah penting. Ayah perlu perlu memahami situasi lingkungan seperti apa yang akan membuat si kecil merasa nyaman dan gembira menjalani hari-harinya di sekolah, bukan pun merasa terbebani.

           Program yang terang dan terukur juga perlu menjadi pertimbangan. Caranya ialah dengan memperhatikan visi dan misi yang ditonjolkan oleh sekolah, misalnya akademis, keagamaan, karakter dan perilaku, serta kemandirian. Tak jarang sekolah yang menawarkan program kewirausahaan dan ektrakulikuler menarik lainnya untuk meningkatkan minat dan potensi si kecil di bidang kecuali akademis. Selain ini sejalan dengan anjuran yang diberi oleh Kemendikbud pada sekolah dan orang tua untuk bisa menggali, memaksimalkan dan memaksimalkan potensi atau kecerdasan si kecil ajar.

           Sedangkan kurikulum telah dipegang dan ditentukan oleh pemerintah, tapi penyelenggaraannya bisa berbeda-beda layak dengan situasi keuangan sekolah, lingkungan dan keperluan masyarakat. Contohnya apakah sekolah tersebut lebih menekankan kurikulum via pembelajaran materi atau pengaplikasian seketika memakai laboratorium atau studi lapangan. Selain itu penting juga memperhatikan kompetensi dari guru-guru yang mengajar selaku ujung tombak pengajaran untuk menciptakan generasi penerus yang cerah. Dalam hal ini, pemerintah terus melakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru via program penataran, beasiswa pengajaran dan program sertifikasi guru. Sehingga penting untuk memilih sekolah dengan guru-guru yang bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan dan interaktif.

           Sedangkan dikala ini pembelajaran belum melegalkan tatap muka, orang tua konsisten perlu memutuskan lokasi atau jarak dari rumah ke sekolah. Selain ini untuk meminimalisir terbuangnya kekuatan si kecil untuk bangun lebih pagi dan pulang lebih sore untuk dihabiskan di perjalanan. Selain membuat si kecil lebih lelah karena waktu tidur yang berkurang, perjalanan yang jauh bisa membuatnya kehilangan fokus dikala sampai di sekolah. Untuk itu, pemerintah telah memutuskan syarat penerimaan peserta ajar baru (PPDB) sebagai berikut:

Ijazah/Surat Keterangan Kelulusan

Absolut kelahiran

Kartu Keluarga (minimal satu tahun)

Buku Rapor

Surat Keterangan Peringkat

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Ajar Orisinilitas Setelah/Wali Calon Peserta Seandainya Baru

Surat Pernyataan Seandainya Dokumen

           Layanan PPDB tahun ini dikerjakan secara daring via whatsapp/ SMS/ e-mail/ google form, sehingga orang tua wajib mempersiapkan berkas-berkas tersebut secara komputerisasi. Anda bisa mengawali dengan melakukan scan pada berkas ijazah, sertifikat kelahiran dan kartu keluarga pada printer all in one yang telah dilengkapi dengan fitur scan dan copy. Selanjutanya untuk surat keterangan peringkat, pernyataan tanggung jawab orang tua dan pernyataan orisinilitas dokumen bisa seketika dicetak memakai komputer yang terhubung dengan printer, atau apabila tidak bisa diunduh terutamanya dulu untuk kemudian dicetak. Karena dicetak, berkas tersebut bisa seketika diisi layak dengan keperluan dan melakukan scan berkas.  semua berkas telah didigitalisasi, maka Anda telah siap untuk mendaftarkan sekolah si kecil-si kecil Anda.

            Anda telah memutuskan kriteria pemiliha sekolah di atas dan melakukan pemberkasan pastikan lagi sekolah yang Anda pilih bukan hanya sekedar mahal. Sebagai orang tua wajib cerdas memperhatikan seberapa besar akibat yang akan diterima oleh si kecil apabila menjalani pengajaran di sekolah tersebut.  pengajaran tidak akan stop di sekolah, tapi sampai perguruan tinggi dan dunia pekerjaan. Sehingga tidak hanya akademis si kecil yang terpengaruhi, tapi kecerdasan emosional juga terbentuk dengan sepadan.

Oleh: brother.co.id